Instrumen investasi saham tentu dapat dipilih jika seseorang ingin meningkatkan pendapatan. Baik investor pemula dan profesional, saham menjadi instrumen investasi yang menjanjikan karena potensi return yang cenderung tinggi.
Namun, ada kalanya para investor bingung dan mempertanyakan pertanyaan yang wajar seperti: “Mana saham yang layak di-hold dalam jangka panjang?”
Untuk lebih memahami saham mana saja yang layak untuk dipertahankan, Anda dapat menyimak penjelasannya pada artikel di bawah ini. Karena perlu diketahui bahwa tidak semua instrumen saham ideal untuk disimpan terlalu lama. Berikut penjelasannya!
Inilah 8 Cara Menentukan Investasi Saham yang Layak Di-hold

Dapat Anda pahami terlebih dahulu bahwa menentukan saham yang layak dipertahankan berarti Anda memiliki tujuan berinvestasi jangka panjang.
Di bawah ini beberapa ciri saham yang layak untuk di-hold dalam jangka panjang karena memiliki fundamental kuat, stabilitas profit dan risiko yang cukup terkendali. Simak di bawah ini:
1. Pertumbuhan yang Konsisten
Menentukan investasi saham dari perusahaan yang layak di-hold atau tidak dapat dilihat dari pertumbuhan pendapatannya. Ciri-cirinya adalah pendapatan naik secara konsisten pada persentase 5-10%.
Lalu, revenue yang konsisten berasal dari bisnis inti dan bukan dari bisnis atau faktor sementara. Contoh sektor perusahaan yang pertumbuhannya stabil adalah healthcare dan sektor teknologi.
2. Laba & Margin yang Sehat
Anda juga wajib memeriksa laba dan margin suatu perusahaan apakah sehat atau tidak. Percuma jika revenue perusahaan terus naik tetapi tidak menghasilkan profit karena tingkat risiko yang tinggi.
Anda cek perusahaan Apple dan Microsoft yang memiliki margin yang kuat karena net income cenderung mengalami tren naik. Investasi saham di perusahaan-perusahaan tersebut dapat Anda hold untuk jangka yang lama.
3. Produksi Cash Flow Stabil
Perhatikan aspek cash flow, apakah suatu perusahaan memiliki ketahanan arus kas yang bagus, terutama saat masa-masa sulit. Jika iya, maka saham perusahaan tersebut layak untuk Anda hold.
Beberapa aspek cash flow yang dapat Anda cek meliputi operating cash flow yang positif dan perusahaan yang mampu membiayai ekspansi tanpa berutang terus-menerus.
4. Model Sustainable Business
Selanjutnya, Anda patut meng-hold investasi saham yang memiliki model bisnis berkelanjutan (sustainable business). Hal ini dikarenakan model bisnis tersebut mudah dipahami dan memiliki keunggulan kompetitif.
Selain itu, kompetitor cenderung sulit untuk meniru jenis bisnis berkelanjutan. Sehingga, jenis perusahaan tersebut berpeluang tinggi untuk bertahan pada masa-masa sulit.
5. Porsi Market Share Kuat
Perusahaan yang sahamnya layak untuk di-hold tidak hanya mampu bertahan di masa sulit, tetapi juga wajib memiliki kemampuan tumbuh lebih cepat dari perusahaan lain.
Anda dapat mempertimbangkan market share yang besar dan pertumbuhan perusahaan tersebut. Jika kombinasi market share dan industri berkembang kuat, maka penting untuk Anda pertahankan sahamnya.
6. Valuasi Relatif Rendah
Memilih investasi saham jangka panjang berarti melihat valuasi yang tidak terlalu mahal atau relatif rendah. Indikator sederhana yang dapat Anda lihat adalah perbandingan rasio P/E dan cek P/S pada saham growth.
7. Dividen Stabil
Jika Anda suka dengan pendapatan pasif, maka pilihlah investasi saham yang memiliki dividen stabil. Perhatikan aspek-aspek seperti dividend yield, dividend payout ratio dan track record pembagian dividen setiap tahunnya.
Perusahaan blue-chip biasanya konsisten dan stabil dalam membayar dividen. Hal ini yang layak untuk Anda pertimbangkan untuk di-hold dalam waktu yang lama.
8. Mudah Dipahami Investor Pemula
Terakhir, hold saham yang Anda pahami! Seperti yang dikatakan oleh Warren Buffet, “Invest in what you understand”. Sehingga Anda mampu memahami bagaimana perusahaan bertumbuh dan sahamnya mampu memberikan keuntungan bagi Anda.
Jadi, dapat dipahami bahwa menentukan investasi saham yang layak di-hold tidaklah sesulit perkiraan Anda. Pahami nilai pertumbuhan pendapatan, stabilitas utang, kekuatan cash flow, kualitas manajemen dan market share perusahaan dalam jangka panjang.
Dengan begitu, Anda dapat berinvestasi lebih tenang karena mampu mengoptimalkan imbal hasil dari investasi yang Anda pilih.


